Cuplikan 07 : Wearable Technology in Healthcare

Tag heur baru saja mengeluarkan jam tangan pintar termahal di dunia. Sebelumnya menurut Tech Radar, jam tangan termahal dimiliki oleh Smartwatch Louis Vuitton, Tambour Vuiitom. Banyak brand yang mengeluarkan teknologi serupa, dan harga yang sangat beragam, smart band salah satunya. Semua teknologi tersebut merupakan wearable technology.

Pada ulasan kali ini penulis ingin berbagi informasi lebih jauh mengenai wearable technologi. Apa sebenarnya wearable technologi? Bagaimana peranya dalam dunia kesehatan? Serta sejauh mana perkembangannya?Teknologi yang dapat dipakai (wearable technology) adalah suatu alat/ perangkat yang dapat dikenakan pada tubuh yang dapat menangkap data seperti detak jantung, irama jantung, jumlah kalori yang habis terbakar dan waktu tidur penggunanya. Perangkat ini dapat dihubungkan dengan perangkat lain, yang dapat memungkinkan pengasuh, penyedia layanan bahkan teman dan keluarga dapat memonitor dan memiliki catatan hasil. Dapat juga disebut teknologi yang memungkinkan pemantauan status kesehatan seseorang melalui antarmuka jarak jauh, memungkinkan penilaian non-invasif dan berkelanjutan dari waktu ke waktu dalam pengaturan layanan kesehatan non-tradisional. Wearable technology memungkinkan pelacakan kesehatan dalam periode waktu yang lama. Ini termasuk pemantauan aktivitas fisik serta pelacakan data yang relevan secara medis, seperti tanda-tanda vital dan elektrokardiografi.

 

Sama halnya dengan teknologi lain yang berkembang, wearable technology juga menyajikan berbagai manfaat, tentu yang pada akhirnya akan mempermudah semua kegiatan mungkin anda inin kerjakan. Seperti, untuk memberikan perawatan jarak jauh, terutama pasien di daerah pedesaan yang mungkin sulit untuk mendapatkan perawatan tertentu secara tepat waktu.Wearable technology memungkinkan pengambilan data dengan mudah dan tepat dengan hasil yang objektif untuk meningkatkan keputusan klinis Dapat meningkatkan komunikasi pasien, meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan rejimen dan berpotensi mengarah pada hasil kesehatan yang lebih baik Tenaga kesehatan dapat dengan mudah mengidentifikasi perubahan pada tanda vital seperti denyut jantung yang dapat mengidentifikasi aritma pada pasien jantung kemudian tenaga kesehatan dapat melakukan intervensi sebelum keadaan pasien memburuk. Perangkat ini akan membantu mencegah komplikasi penyakit, memperpanjang usia dan mengurangi biaya medis.

Selain menguntungkan teknologi ini juga memiliki kelemahan. Apa saja kelemahan dari teknologi ini? Penerapannya ke layanan kesehatan umum mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama-mirip dengan kasus catatan kesehatan elektronik . masalah lain yaitu biaya untuk dukungan teknis telah disorot sebagai hambatan potensial penting untuk keterlibatan yang perlu diseimbangkan dengan utilitas yang disarankan. Biaya yang terkait dengan pemeliharaan sistem lebih banyak dan sulit untuk ditekan Alat klinis saat ini memiliki dua keterbatasan, mereka sulit untuk digunakan di berbagai kasus dan tidak dapat mengukur/melaporkan gejala secara real time. Volume data yang dihasilkan oleh perangkat ini membutuhkan teknologi khusus untuk mendukung penanganan dan visualisasi .

Sejauh mana efek yang dihasilkan dari teknologi ini? Platform ini akan memberikan pengukuran status fisik dan parameter fisiologis yang lebih akutar dengan cara yang lebih mudah dan mempengaruhi berbagai aspek praktik perawatan kesehatan, termasuk pencegahan (misalnya, pelacakan aktivitas dan prilaku makan, pemantauan tingkat stress, peringatan dehidrasi), diagnosis (misalnya, deteksi dini) dan manajemen penyakit (misalnya, pemantauan dan pengingat dosis obat)

Pengembangan wearable technology pada kenyataannya melibatkan banyak pemikiran dan tentunya diskusi yang panjang, jika demikian apa sebetulnya tujuan pengembangan tersebut? Salah satunya untuk memeriksa literatur m-Health dan mengidentifikasi area aplikasi, penyakit sasaran, dan layanan mHealth dan jenis teknologi yang paling tepat untuk LMICs. Penilaian kelayakan pengumpulan data kesehatan seluler (mHealth) di layanan kesehatan primer. Sebagai suatu kemajuan yang dapat mengidentifikasi aplikasi telehealth agar meningkatkan pengetahuan dan perilaku CKD. Selain itu penggunaan telemedicine untuk mempromosikan kolaboratif perawatan, pemantauan diri dan manajemen penyakit kronis, dan penyaringan populasi telah menunjukkan penerapan yang luas dan efektivitas. Hingga digunakan sebagai pengevaluasi kelayakan skrining dan SMS wanita perinatal melalui smartphone pribadi.

Bagaimana trend wearble technology bagi kesehatan ? apakah perkembangannya mendapatkan hasil sesuai tujuan yang diinginkan?

  1. Sistem sensor cerdas untuk perangkat elektronik yang dapat dipakai Dalam tahun terakhir, perangkat pemantauan kesehatan telah menerima banyak perhatian karena meningkatkan panjang dan kualitas hidup orang. Pemantauan layanan kesehatan mencakup perawatan untuk kesejahteraan setiap orang, yang mencakup diagnosa awal penyakit, pemantauan real-time dari efek perawatan, terapi, dan pemantauan umum terhadap kondisi perangkat elektronik yang dapat dipakai kesehatan. seperti memantau detak jantung, denyut nadi pergelangan tangan, gerakan, tekanan darah, tekanan intraokular, dan kondisi terkait kesehatan lainnya (An et al. 2017)
  2. Aplikasi yang dapat dikenakan telah berevolusi menjadi berbagai bentuk perangkat penginderaan yang tidak mencolok termasuk pakaian yang dapat dikenakan, jam tangan, benda sehari-hari seperti roda kemudi otomotif. Baru-baru ini, bentuk perangkat yang dapat dipasang pada kulit yang disebut kulit elektronik (e-skins) telah dipelajari untuk meningkatkan stabilitas kontak tubuh terhadap berbagai artefak gerak. Tren penting lain dari teknologi e-skin adalah kemampuan multi-fungsi dimana satu perangkat e-skin dapat mendeteksi beberapa target penginderaan, yang berharga dalam aplikasi kulit buatan untuk meniru kulit atau jaringan manusia nyata. (Kim et al. 2017)
  3. Teknologi saat ini sudah berera digital dan dimanfaatkan oleh berbagai produk elektronik khususnya dibidang kesehatan dengan memanfaatkan digital dengan pemantauan mandiri di kehidupan manusia agar lebih terjaga kesehatan dan kesembuhan dari setiap seseorang itu sendiri. Adanya jam tangan yang dapat mencatat setiap penggerakan kita dan mengetahui kerja jantung dan tubuh kita sendiri, serta ada kacamata yang selalu dapat mencatat dan mendata sebanyak apa kita membaca untuk menjaga mata agar tetap sehat dan sebagai alarm tubuh jika tubuh terjadi error (Turakhia et al. 2019)
  4. Dalam beberapa dekade terakhir minat yang semakin besar untuk menjaga kesehatan seseorang secara pribadi bentuk yang lebih baik, suatu kondisi yang akan memperkaya seluruh kehidupan dan kemungkinan mencegah kerusakan dini banyak fungsi tubuh. Pada saat yang sama, kemajuan dalam hal teknologi portable (tablet, ponsel “pintar”, gelang / band dan jam tangan) dibuat dan dilengkapi dengan redundansi sensor. Sebagai tambahan ke kamera di mana-mana, sebagian besar perangkat membawa GPS, akselerometer, giroskop, magnetometer, sensor jarak dan, yang terbaru, sistem LED emitor / detektor inframerah mengukur detak jantung (HR) secara real-time (Storniolo, Pavei, and Minetti 2017)
  5. Smartphone dan tablet elektronik (e-tablet) telah menjadi perangkat di mana-mana. Kemudahan penggunaan, kecerdasan, aksesibilitas, mobilitas, dan konektivitasnya menciptakan peluang unik untuk meningkatkan kualitas perawatan bedah dari pra rehabilitasi hingga rehabilitasi. Sebelum operasi, aplikasi digital (Aplikasi), permainan serius dan pesan teks dapat membantu untuk kontrol yang lebih baik dari faktor risiko (hipertensi, kelebihan berat badan), untuk berhenti merokok, dan untuk mengoptimalkan kepatuhan terhadap rekomendasi pra operasi (misalnya, Mengenai antikoagulasi atau perawatan antihipertensi). Selama operasi, Aplikasi dapat membantu merasionalisasi manajemen cairan dan memperkirakan kehilangan darah. Setelah operasi, smartphone dan / atau 
sensor yang terhubung (pulse oximeter, jalur perekat, tato elektronik, kalung bioimpedance) dapat digunakan untuk memonitor suhu tubuh, detak jantung, variabilitas detak jantung (deteksi aritmia jantung), laju pernapasan, saturasi oksigen arteri dan isi cairan toraks (Michard 2017)

Pada pembahasan di atas telah banyak yang kita ketahui mengenai wearable technology, namun penulis ingin menambahkan mengenai bagaimana cara kerja dari wearable technology untuk kesehatan?Pertama dan yang utama, terdapat chip dimana ada sensor dan mendeteksi gerakan, dari gerakan akan dihitungdan terdapat gelombang sensorik yang dihubungkan oleh gerakan pada tubuh, dari tubuh itu lah yang akan diakulasikan dan di keluarkan oleh jumlah didalam jam tangan itu sendiri (Turakhia et al. 2019). Kedua penelitian menyoroti efek entrainment dalam respons terhadap ritme biologis, dan detak jantung mungkin merupakan ritme biologis paling umum di alam. Detak jantung ibu sendiri adalah sinyal multisensorik menonjol yang menyertai perkembangan janin dan, tidak mengejutkan, telah terbukti memiliki efek menguntungkan bagi perkembangan bayi. Sebagai contoh, persepsi detak jantung ibu di dalam rahim memberikan janin dengan pengalaman berirama yang penting

Ketiga yang tidak kalah penting sensor yang dapat dikenakan memberikan metode pemantauan parameter fisiologis dan gerakan real-time selama pelatihan dan olahraga kompetitif. Parameter ini dapat digunakan untuk mendeteksi pola posisi spesifik dalam gerakan, merancang program pelatihan khusus olahraga yang lebih efisien untuk optimalisasi kinerja, dan menyaring kemungkinan penyebab cedera. Kemajuan yang lebih baru dalam sensor gerakan telah meningkatkan akurasi dalam mendeteksi gerakan akselerasi tinggi selama olahraga kompetitif (Gambi et al. 2017)

Terakhir namun bukan berarti tidak penting, Indikator yang dapat dideteksi dalam evaluasi kesehatan dikategorikan sebagai: (1) gerakan tubuh, termasuk tangan, anggota badan, kaki, wajah, tenggorokan dll., (2) tanda-tanda vital, termasuk napas / detak jantung, denyut jantung, pula pergelangan tangan, EKG, tekanan darah, suhu kulit, SpO2, dll, dan (3) parameter metabolisme, termasuk glukosa, pH, elektrolit, asam laktat, dll. Parameter ini telah dideteksi oleh berbagai sensor yang dapat dipakai yang dapat dianggap sebagai fisik dan kimia berdasarkan deteksi mereka target. terutama mengukur indikator berbasis parameter fisik seperti tubuh, napas, detak jantung, suhu udara, dan sinyal elektrosiologis. Thelatterones, biasanya biosensor elektrokimia, berurusan dengan parameter metabolisme (Liu et al. 2018)

References

  1. Abrha, A., Moser, A., Spigt, M., Yebyo, H., & Little, A. (2015). Mobile health data collection at primary health care in Ethiopia : a feasible challenge. Journal of Clinical Epidemiology, 68(1), 80–86
  2. An, Byeong Wan, Jung Hwal Shin, So-Yun Kim, Joohee Kim, Sangyoon Ji, Jihun Park, Youngjin Lee, et al. 2017. “Smart Sensor Systems for Wearable Electronic Devices.” Polymers 9 (8). https://doi.org/10.3390/polym9080303.
  3. Countries, I. (2017). mHealth Application Areas and Technology Combinations *.
  4. Curran, K., Mugo, N, R., Kurth, A., Ngure, K., Heffron, R., Donnell, D., Celum, C., Baeten, J,M. 2013. Daily Short Message Service Surveys to Measure Sexual Behavior and Pre-exposure Prophylaxis Use Among Kenyan Men and Women. AIDS Behav. 2013 November ; 17(9)
  5. Devine, S., Bull, S., Dreisbach, S., Shlay, J. 2014. Enhancing a Teen Pregnancy Prevention Program With Text Messaging: Engaging Minority Youth to Develop TOP_ Plus Text. Journal of Adolescent Health 54 (2014) S78eS83
  6. Gold, J., Aitken, C, K., Dixon, H, G., Lim, M, S, C., Gouillou, M., Spelman, T., Wakefield, M., Hellard, M, E. 2011. A randomised controlled trial using mobile advertising to promote safer sex and sun safety to young people. Health Education Research, Vol.26 no.5 2011 Pages 782–794
  7. Gambi, Ennio, Angela Agostinelli, Alberto Belli, Laura Burattini, Enea Cippitelli, Sandro Fioretti, Paola Pierleoni, Manola Ricciuti, Agnese Sbrollini, and Susanna Spinsante. 2017. “Heart Rate Detection Using Microsoft Kinect: Validation and Comparison to Wearable Devices.” Sensors (Basel, Switzerland) 17 (8). https://doi.org/10.3390/s17081776.
  8. Hensel, D. J., Ph, D., Fortenberry, J. D., & S, M. (2013). A Multidimensional Model of Sexual Health and Sexual and Prevention Behavior Among Adolescent Women. JAH, 52(2),
  9. Kim, Sung-Woo, Youngoh Lee, Jonghwa Park, Seungmok Kim, Heeyoung Chae, Hyunhyub Ko, and Jae Joon Kim. 2017. “A Triple-Mode Flexible E-Skin Sensor Interface for Multi-Purpose Wearable Applications.” Sensors (Basel, Switzerland) 18 (1). https://doi.org/10.3390/s18010078.
  10. Lara, L. A. S., & Abdo, C. H. N. (2015). Age at initial sexual intercourse and health of adolescent girls. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology. https://doi.org/10.1016/j.jpag.2015.11.012
  11. Lhomond, B. (2013). A Multidimensional Measure of Sexual Orientation , Use of Psychoactive Substances , and Depression : Results of a National Survey on Sexual Behavior in France. https://doi.org/10.1007/s10508- 013-0124-y