Cuplikan 06: Mobile Technology di dalam dunia Healthcare

Mendengar kata mobile technology dalam dunia Health Care mungkin tidak asing untuk segelintir orang. Sebagian besar merupakan orang-orang yang bergerak dibidang ilmu kesehatanlah yang memahami topik tersebut. Walaupun anda juga dapat mengakses segala informasi tersebut jika ingin mengetahuinya secara mendetail. Pada kesempatan ini penulis juga ingin berbagi informasi pada  anda mengenai mobile technology yang diharapkan dapat menjawab rasa penasaran anda.

Perkembangan pesat teknologi seluler telah menghasilkan cara baru untuk mengatasi tantangan kesehatan masyarakat dan menggeser paradigma akses dan pengiriman layanan kesehatan. Sebelum membahas keranah yang lebih dalam , apakah anda mengetahui apa yang dimaksud mobile health technologi ? mobile health technologi itu sendiri merupakan pemberian pelayanan kesehatan yang didukung oleh perangkat diagnostik portable dengan mengaplikasi perangkat lunak, termasuk tempat perawatan ekokardiografi (Bhavnani, Narula and Sengupta, 2016).

Pada dasarnya yang melatarbelakangi mobile technology hadir dalam pelayanan kesehatan adalah kemajuan teknologi itu sendiri.  Mengapa demikian? Karena teknologi berpeluang untuk mengatasi tantangan global terkait kesehatan. Inovasi teknologi menghadirkan solusi yang efektif untuk masalah diagnostik, prosedur medis dan akses informasi medis.

Tentu dirancangnya mobile technologi memiliki alasan dan tujuan, nahh apa tujuan dari pengembangan mobile technology? Apakah mendukung kinerja petugas kesehatan? Mobile technologi didesain untuk mendukung kinerja petugas kesehatan melalui penyebaran pembaruan klinis, materi pembelajaran, dan sebagai pengingat. Mobile technology didesain untuk perubahan dalam praktik dan pendidikan pasien sehingga dapat menggunkan perangkat seluler yang efektif dalam kesehatan

Dalam sistem perawatan kesehatan di negara-negara berkembang, mobile technology digunakan untuk melaporkan informasi kesehatan dan perawatan kesehatan disampaikan melalui telemedicine, untuk populasi jika tidak, untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan janji temu. mobile technology juga memainkan peran utama dalam kesehatan seksual dan reproduksi peduli dan dipandang sebagai bidang utama dalam mencapai global strategi untuk kesehatan wanita dan anak-anak. Penelitian telah menunjukkan bahwa mobile technology meminimalkan hambatan waktu dan memfasilitasi perawatan darurat selama rujukan obstetrik darurat dan penggunaan perawatan kesehatan ibu dalam Negara pendapatan rendah dan menengah.

Perkembangan selalu terjadi pada setiap elemen kehidupan, termasuk mobile technology, apakah yang anda dapat menebak hal itu? bagaimana dengan isu perkembangannya? mobile technology yang berkembang pada dunia pelayanan kesehatan saat ini muncul seperti m-Health yang dapat digunakan untuk peningkatan akses layanan, kesetaraan dalam perawatan kesehatan dan meningkatkan produktivitas kerja staff kesehatan. Teknologi e-Health atau m-Health semakin banyak digunakan dalam upaya preventif, promotif maupun rehabilitative dan semakin banyak evidence terkait dengan evaluasinya dalam bidang Health Technology Assesment.

Dengan perkembangan tersebut dapat anda lihat bahwa mobile technology membawa pengaruh yang baik, peran mobile technology juga meluas seperti membantu menurunkan angka kematian ibu dan meningkatkan kesehatan ibu. Membantu tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi tanda bahaya dan komplikasi kehamilan sehingga dapat dilakukan rujukan tepat waktu. Seiring waktu menambah bebagai promosi kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan kepatuhan kunjungan ulang ANC dan masa nifas. Serta kepatuhan dalam dalam pengobatan kronis Mendukung self-management pasien dengan penyakit kronis seperti asma dan obesitas. Smartphone juga dapat digunakan sebagai alarm kunjungan ulang dan imunisasi. Komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien akan lebih efektif jika didukung oleh video. Di sisi lain merambah sebagai media yang dapat mengurangi human error, menghindari entri data ganda, menimbulkan efektivitas biaya dan memudahkan dalam pengumpulan data. Mobile technology kemudian melahirkan aplikasi-aplikasi yang dapat memanjakan manusia yang disini berarti manusia tidak perlu membuang tenaga yang besar untuk menyelesaikan tugasnya, contoh aplikasi yang dikeluarkan adalah:

  1. Aplikasi smartphone SUSTAIN fungsinya untuk pendaftaran, jadwal kunjungan rumah, permintaan konseling dengan penyesuaian waktu, rujukan otomatis dan pengingat tindak lanjut, dan manajemen data dan pelaporan (Hackett et al., 2018)
  2. Aplikasi “SmartMoms Canada” yang bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi terkait perlaku hidup sehat saat kehamilan (aktivitas fisik, manajemen BB selama kehamilan, nutrisi, manajemen cemas, sleep hygiene). Hasil penelitian: SmartMoms bermanfaat untuk memantau berat badan saat hamil, tips latihan dan sleep guidance) (Halili et al., 2018).
  3. Aplikasi smart phone bernama Mother and Child Care Module (MCCM). Fungsi MCCM yaitu: 1) pembuatan daftar pengingat dan pesan secara otomatis; (2) memperbarui informasi tentang pelayanan ANC dan imunisasi di ponsel ketika pemeriksaan ANC dilakukan di luar klinik kesehatan (Kaewkungwal et al., 2010).
  4. Aplikasi smartphone SUSTAIN fungsinya untuk pendaftaran, jadwal kunjungan rumah, permintaan konseling dengan penyesuaian waktu, rujukan otomatis dan pengingat tindak lanjut, dan manajemen data dan pelaporan (Hackett et al., 2018)

Hadirnya mobile technology dalam dunia health care tentu tidak mudah, apa saja hambatan yang harus dihadapi? Tantangan ini mencakup pendanaan di masa depan (pengembangan demografis), kualitas dan efiesiensi (potensi dalam perbaikan). Serta kurangnya integrasi sistem informasi, sistem pengamanan informasi, pembiayaan yang kurang berkelanjutan.

Hambatan paling umum adalah kurangnya akses Wifi (46%), ketersediaan memori untuk mengunduh aplikasi baru (45%), data telepon (28%) dan ketidaknyamanan mengunakan teknologi (11%). Sebagian besar pasien masyarakat/orang tua (59%) tertarik untuk menggunakan smartphone untuk mengetahui kesehatan anak mereka namun terkendala dalam penggunaan.

Sejauh ini apakah ada evidence mengenai mHealth? M-Health didefinisikan oleh WHO sebagai pelayanan medis dan kesehatan publik yang didukung telepon seluler, perangkat lunak untuk pemantauan pasien, asisten digital pribadi dan perangkat nirkabel lainnya. M-Health merupakan komponen dari e-Health.Untuk meningkatkan kelengkapan pelaporan m-Health, WHO m-Health Technical Evidence Review Group mengembangkan m-Health Evidence Reporting and Assessment (mERA) atau evidence mengenai pelaporan dan penilaian m-Health.

Bagaimana dengan tanah air tercinta kita, Apakah Indonesia menerapkan mobile technology dalam pelayanan kesehatan? Hadirnya Aplikasi Mobile JKN semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi dalam hal akses informasi layanan kesehatan. Mobile JKN juga meningkatkan kepuasan peserta karena mengehamat waktu dan biaya.

Indonesia (Kulon Progo) bersama Filipina telah mengembangkan penelitian dengan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) untuk mengembangkan peta skala infeksi dan paparan penyakit malaria dan mengidentifikasi hotspot/area penularan penyakit malaria. Semua kuesioner pada penelitian ditetapkan pada tablet Android dan pengumpulan data akhir dirancang menggunakan GeoODK dan diuji coba dalam survei fasilitas kesehatan di Filipina dan Indonesia. Dinas Kesehatan Kulon Progo melakukan suatu terobosan untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan ibu dan anak dengan memanfaatkan sarana teknologi yang ada dan melibatkan semua stakeholder membuat Jejaring Peduli Kesehatan Ibu dan Anak yang disingkat RINDU KIA melalui WhatsApp (WA) Group. Program RINDU KIA dimulai pada tahun 2014 dan telah mendapatkan penghargaan sebagai terbaik II Kategori Inovasi Program KIA di INDOHCF (Indonesia Health Care Forum) tingkat Nasional di Jakarta dan pada tahun 2019 mendapatkan juara I PAKI award dari PIT POGI.

Bagi anda para pembaca mungkin bertanya-tanya sebenarnya apakah fungsi dari mobile technology d idalam health care itu sendiri? Pada topik ini mobile technology berfungsi untuk menyediakan pendidikan berbasis bukti, mendukung kepatuhan dengan rencana perawatan medis tertentu (misalnya, obat-obatan, janji temu, olahraga) mendukung pemantauan biometrik secara mandiri dan klinis (denyut jantung, tekanan darah, aktivitas) dan kemajuan, memfasilitasi komunikasi pasien-penyedia (satu arah atau dua arah), promosikan manajemen diri yang komprehensif. Untuk mempromosikan perubahan perilaku, dapat menghasilkan pengiriman dan akses layanan kesehatan yang adil dan efisien, yang mengarah ke hasil kesehatan yang baik untuk ibu dan bayi .Metode sistematis berbasis bukti yang bergerak untuk mengevaluasi aplikasi dan sumber daya tambahan yang berhubungan dengan kesehatan). serta membantu dalam peningkatan penyelesaian kunjungan prenatal dan mengurangi insiden persalinan bayi berat lahir rendah.

Selain fungsi di atas manfaat lain m-health dalam dunia kebidanan juga menarik untuk diulik. Pemberian akses ponsel gratis dan umumnya meningkatkan pelayanan (melalui proyek Abyie) seperti: penggunaan ponsel bisa memperkuat sistem kesehatan primer dan meningkatkan akses ke pelayanan kesehatan kemampuan, untuk mendapatkan bantuan dalam situasi darurat terlebih jika ibu hamil sudah memasuki kehamilan trimester 3 wanita dapat melakukan panggilan (yaitu dari Health Rangers, Klinik Kesehatan atau ambulans). Dengan layanan kebidanan menggunakan telemedisin / m-health dapat mengubah gaya hidup yaitu dengan layanan pesan singkat/SMS ibu mengalami peningkatan jumlah langkah 4 kali lipat dan menghasilkan kesehatan yang lebih baik dalam kehamilan dan peningkatan berat badan yang lebih sehat pada non obese maupun obese. m-health program yang berbentuk sesi online terapi perilaku menghasilkan penurunan prevalensi depresi dan kecemasan pada ibu pasca melahirkan

Tidak hanya memiliki manfaat dan peran di dalam dunia kesehatan apa saja kekurangan dari penggunaan mobile technology bagi dunia kesehatan ? Teknologi selular (ponsel) dengan menggunakan teks singkat(SMS) tidak ditemukan bukti akan meningkatkan kepatuhan dalam pengobatan pasien yang mengalami penyakit mental yang serius. Di samping itu pemahanan teknologi seluler dalam bidang kesehatan yang kurang mendalam tentang proses dalam pengoptimalan untuk penggunaan akan menyebabkan kegagalan. Sehingga diperlukan pemahaman dalam pengembangan untuk desain mobile health pada kesehatan global.

Reference

  1. Agarwal, Smisha, Amnesty E. LeFevre, Jaime Lee, Kelly L’Engle, Garrett Mehl, Chaitali Sinha, Alain Labrique, and WHO mHealth Technical Evidence Review Group. 2016. “Guidelines for Reporting of Health Interventions Using Mobile Phones: Mobile Health (MHealth) Evidence Reporting and Assessment (MERA) Checklist.” BMJ (Clinical Research Ed.) 352:i1174.
  2. Alexander, S. M., Nerminathan, A., Harrison, A., Phelps, M., & Scott, K. M. (2015). Prejudices and perceptions : patient acceptance of mobile technology use in health care, 45, 1179–1181. https://doi.org/10.1111/imj.12899
  3. Balakrishnan, R., Gopichandran, V., Chaturvedi, S., & Chatterjee, R. (2016). Continuum of Care Services for Maternal and Child Health using mobile technology – a health system strengthening strategy in low and middle income countries. BMC Medical Informatics and Decision Making, 1–8. https://doi.org/10.1186/s12911-016-0326-z
  4. Barkman, Catharina and Lars Weinehall. 2017. “Policymakers and MHealth: Roles and Expectations, with Observations from Ethiopia, Ghana and Sweden.” Global Health Action 10(sup3):1337356.
  5. Bhavnani, S. P., Narula, J. and Sengupta, P. P. (2016) ‘Mobile technology and the digitization of  healthcare’, European Heart Journal, 37(18), pp. 1428–1438. doi: 10.1093/eurheartj/ehv770.
  6. Bush, J., Barlow, D.E., Echols, J., Wilkerson, J., Bellevin, K., 2017. Impact of a Mobile Health Application on User Engagement and Pregnancy Outcomes Among Wyoming Medicaid Members. Telemed. J. E-Health Off. J. Am. Telemed. Assoc. 23, 891–898.
  7. Comment, E. (2017). Leveraging Mobile Technology to Reduce.
  8. Castro, M. De, Mn, R. N., & Rn, J. S. (n.d.). Mobile Health Interventions for Primary. TJNP: The Journal for Nurse Practitioners, 1–4.
  9. Fornace, Kimberly M., Henry Surendra, Tommy Rowel Abidin, Ralph Reyes, Maria L. M. Macalinao, Gillian Stresman, Jennifer Luchavez, Riris A. Ahmad, Supargiyono Supargiyono, Fe Espino, Chris J. Drakeley, and Jackie Cook. 2018. “Use of Mobile Technology-Based Participatory Mapping Approaches to Geolocate Health Facility Attendees for Disease Surveillance in Low Resource Settings.” International Journal of Health Geographics 17(1):21.
  10. Garner, S. L., Sudia, T. and Rachaprolu, S. (2018) ‘Smart phone accessibility and mHealth use in a limited resource setting’, International Journal of Nursing Practice, 24(1), p. e12609. doi: 10.1111/ijn.12609.
  11. Gelano, T. F., Assefa, N., Bacha, Y. D., Mahamed, A. A., & Roba, K. T. (2018). Effect of Mobile-health on maternal health care service utilization in Eastern Ethiopia : study protocol for a randomized controlled trial, 1–12.
  12. Halili, Lyra, Rebecca Liu, Kelly Ann Hutchinson, Kevin Semeniuk, Leanne M. Redman, and Kristi B. Adamo. 2018. “Development and Pilot Evaluation of a Pregnancy-Specific Mobile Health Tool: A Qualitative Investigation of SmartMoms Canada.” BMC Medical Informatics and Decision Making 18(1):95.
  13. Handayani, Putu Wuri, Dira Ayu Meigasari, Ave Adriana Pinem, Achmad Nizar Hidayanto, and Dumilah Ayuningtyas. 2018. “Critical Success Factors for Mobile Health Implementation in Indonesia.” Heliyon 4(11).
  14. Halili, L., Liu, R., Hutchinson, K.A., Semeniuk, K., Redman, L.M., Adamo, K.B., 2018. Development and pilot evaluation of a pregnancy-specific mobile health tool: a qualitative investigation of SmartMoms Canada. BMC Medical Informatics and Decision Making 18
  15. Hackett, K., Lafleur, C., Nyella, P., Ginsburg, O., Lou, W., Sellen, D., 2018. Impact of smartphone- assisted prenatal home visits on women’s use of facility delivery: Results from a cluster- randomized trial in rural Tanzania. PLoS ONE 13, e0199400.
  16. Heuvel, Josephus FM van den, T. Katrien Groenhof, Jan HW Veerbeek, Wouter W. van Solinge, A. Titia Lely, Arie Franx, and Mireille N. Bekker. 2018. “EHealth as the Next-Generation Perinatal Care: An Overview of the Literature.” Journal of Medical Internet Research 20 (6): e202. https://doi.org/10.2196/jmir.9262.
  17. Kannisto, Kati Anneli, Marita Hannele Koivunen, and Maritta Anneli Välimäki. 2014. “Use of Mobile Phone Text Message Reminders in Health Care Services: A Narrative Literature Review.” Journal of Medical Internet Research 16 (10): e222
  18. Kaewkungwal, J., Singhasivanon, P., Khamsiriwatchara, A., Sawang, S., Meankaew, P., Wechsart, A., 2010. Application of smart phone in “Better Border Healthcare Program”: A module for mother and child care. BMC Med Inform Decis Mak 10, 69.
  19. Lundin, Johan and Guy Dumont. 2017. “Medical Mobile Technologies – What Is Needed for a Sustainable and Scalable Implementation on a Global Scale?” Global Health Action 10(sup3):1344046.
  20. Mangone, Emily R., Smisha Agarwal, Kelly L’Engle, Christine Lasway, Trinity Zan, Hajo van Beijma, Jennifer Orkis, and Robert Karam. 2016. “Sustainable Cost Models for MHealth at Scale: Modeling Program Data from M4RH Tanzania.” PloS One 11(1):e0148011.
  21. Medhanyie, Araya Abrha, Alex Little, Henock Yebyo, Mark Spigt, Kidane Tadesse, Roman Blanco, and Geert-Jan Dinant. 2015. “Health Workers’ Experiences, Barriers, Preferences and Motivating Factors in Using MHealth Forms in Ethiopia.” Human Resources for Health 13:2.
  22. Rajan, Jayant V., Juliana Moura, Gato Gourley, Karina Kiso, Alexandre Sizilio, Ana Maria Cortez, Lee W. Riley, Maria Amelia Veras, and Urmimala Sarkar. 2016. “Understanding the Barriers to Successful Adoption and Use of a Mobile Health Information System in a Community Health Center in São Paulo, Brazil: A Cohort Study.” BMC Medical Informatics and Decision Making 16 (November). https://doi.org/10.1186/s12911-016-0385-1.
  23. Oyeyemi, Sunday Oluwafemi, and Rolf Wynn. 2014. “Giving Cell Phones to Pregnant Women and Improving Services May Increase Primary Health Facility Utilization: A Case-Control Study of a Nigerian Project.” Reproductive Health 11 (1): 8. https://doi.org/10.1186/1742-4755-11-8.
  24. Ramey, L., Osborne, C., Otr, M. P. H., Kasitinon, D., & Crc, S. J. (2019). A p p s a n d Mo b i l e H e a l t h Tec h n o l o g y i n R e h a b i l i t a t i o n The Good , the Bad , and the Unknown. Physical Medicine and Rehabilitation Clinics of NA, 1–13.
  25. Shiferaw, Solomon, Andualem Workneh, Robel Yirgu, Geert-Jan Dinant, and Mark Spigt. 2018. “Designing MHealth for Maternity Services in Primary Health Facilities in a Low-Income Setting – Lessons from a Partially Successful Implementation.” BMC Medical Informatics and Decision Making 18(1):96.
  26. Vukovic, Vladimir, Carlo Favaretti, Walter Ricciardi, and Chiara de Waure. 2018. “HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT EVIDENCE ON E-HEALTH/M-HEALTH TECHNOLOGIES: EVALUATING THE TRANSPARENCY AND THOROUGHNESS.” International Journal of Technology Assessment in Health Care 34(1):87–96.