Cuplikan 04: Healthcare Information Technology

Perkembangan teknologi di dunia merupakan salah satu bentuk dari hasil revolusi industri yang diawali beberapa dekade lalu. Perkembangan teknologi besar-besaran rupanya sudah terjadi pada abad ke-20an,  lebih tepatnya pada masa Perang Dunia II. Pada saat itu, perkembangan teknologi terjadi di sektor militer baik itu senjata, komunikasi, hingga yang lainnya. Perkembangan tersebut masih berlangsung hingga saat ini yang merambah ke dunia kesehatan. Penulis pada kesempatan ini ingin sekedar berbagi informasi yang mungkin beberapa dari anda belum mengetahui pengetahuan ini. Sejauhmana anda mengetahui apa yang dimaksud dengan tekhnologi dalam pendidikan maupun palayanan kesehatan ? apa manfaatnya? dan masih banyak lagi. Teknolgi dalam pendidikan maupun kesehatan adalah sebuah revolusi atau perubahan dalam layanan kesehatan dengan menjadikan alat untuk membantu pasien dalam pemantauan dan pengambilan keputusannya sendiri, dan selanjutnya, mendorong perubahan menuju model perawatan yang semakin terpusat pada penggunaan alat berbasis web dan digital. Juga dapat dikatakan instrumen interaktif untuk menilai keterampilan teknologi informasi kesehatan global (HIT) dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pekerja kesehatan yang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan penggunaan HIT secara optimal. Teknologi Informasi Kesehatan didefinisikan sebagai aplikasi pemrosesan informasi yang melibatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berkaitan dengan penyimpanan, pengambilan, berbagi, dan penggunaan informasi perawatan kesehatan, data, dan pengetahuan untuk komunikasi dan pengambilan keputusan.

(source : https://www.thembsgroup.co.uk/wp-content/uploads/2016/07/Tech-Health.jpg)

Perkembangan teknologi di dunia merupakan salah satu bentuk dari hasil revolusi industri yang diawali beberapa dekade lalu. Perkembangan teknologi besar-besaran rupanya sudah terjadi pada abad ke-20an,  lebih tepatnya pada masa Perang Dunia II. Pada saat itu, perkembangan teknologi terjadi di sektor militer baik itu senjata, komunikasi, hingga yang lainnya. Perkembangan tersebut masih berlangsung hingga saat ini yang merambah ke dunia kesehatan. Penulis pada kesempatan ini ingin sekedar berbagi informasi yang mungkin beberapa dari anda belum mengetahui pengetahuan ini. Sejauhmana anda mengetahui apa yang dimaksud dengan tekhnologi dalam pendidikan maupun palayanan kesehatan ? apa manfaatnya? dan masih banyak lagi. Teknolgi dalam pendidikan maupun kesehatan adalah sebuah revolusi atau perubahan dalam layanan kesehatan dengan menjadikan alat untuk membantu pasien dalam pemantauan dan pengambilan keputusannya sendiri, dan selanjutnya, mendorong perubahan menuju model perawatan yang semakin terpusat pada penggunaan alat berbasis web dan digital. Juga dapat dikatakan instrumen interaktif untuk menilai keterampilan teknologi informasi kesehatan global (HIT) dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pekerja kesehatan yang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan penggunaan HIT secara optimal. Teknologi Informasi Kesehatan didefinisikan sebagai aplikasi pemrosesan informasi yang melibatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berkaitan dengan penyimpanan, pengambilan, berbagi, dan penggunaan informasi perawatan kesehatan, data, dan pengetahuan untuk komunikasi dan pengambilan keputusan.

Segala bentuk perkembangan memiliki tujuan yang ingin dicapai sebagaitolak ukur seberapa berpengaruh perkembangan tersebut bagi manusia, oleh kerena itu  apa sebenarnya tujuan tekhnologi dalam pendidikan kesehatan ? Bagaimanakah manfaat tekhnologi dalam mengembangkan pendidikan kesehatan ? tujuan utamanya tentu untuk mendukung, mengubah, dan memfasilitasi pengguna, sehingga memungkinkan penyediaan dukungan teknis dan komunikasi relevan bagi individu.selain itu sebagai instrumen untuk mendekati pengguna, memungkinkan berbagi pengetahuan tentang pencegahan, promosi kesehatan, dan rehabilitasi. Teknologi smartphone mendorong pembelajaran mandiri, konsolidasi teori, keterlibatan melalui blended learning, melengkapi pendidikan online dalam praktik klinis dan merupakan tren di masa depan dalam kurikulum kebidanan. sehingga smartphone meningkatkan pembelajaran dan mobilitas sumber daya yang mendukung yang menggabungkan pengalaman klinis siswa kebidanan di lingkungan tempat kerja (DeLeo & Geraghty, 2018). Tekhnologi dalam dunia pendidikan kesehatan memberikan manfaat yang cukup besar dalam mengembangakan kurikulum pendidikan, seperti penelitan yang dilakukan dibelanda yang menjelaskan bahwa dengan adanya tekhnologi dapat mengembangkan sebuah kirukulum baru yang dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa keperawatan yang ada dibelanda. Kurikulum ini dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa (Koster & van Houwelingen, 2017).

Melihat perubahan yang terus terjadi dapat di analisis dampak perkembangan teknologi yang akan terjadi, Bagaimana dampak tekhnologi dalam pendidikan atau pelayanan kesehatan ? Tekhnologi informasi memberikan dampak positif bagi pendidikan perawat yaitu meningkatkan kemauan dalam belajar. Namun, kendala manusia dan lingkungan perlu diatasi, yaitu kepercayaan staf dan motivasi, dan fakultas yang perlu menyediakan waktu untuk melakukan pelatihan dan persiapan, dukungan teknis dan sistem yang efisien sehingga dengan adanya tekhnologi informasi dapat meningkatkan lingkungan pembelajaran untuk staf dan siswa .

Bila ada proses terjadi tidak mungkin di dalam jalannya proses perkembangan teknologi berjalan mulus tanpa suatu hambatan. Apa anda tau hambatan dari perkembangan teknologi dalam Pendidikan dan kesehatan?

  1. Kesulitan dalam menentukan kualitasinformasi, kurangnya informasi yang sesuai, dan kekhawatiran tentang pengungkapan masalah atau penyakit kepada orang lain adalah masalah yang penting dalam pencarian informasi medis dan kesehatan di kalangan siswa remaja. (Esmaeilzadeh et al., 2018)
  2. Hambatan untuk informasi kesehatan memperoleh terkait dengan perilaku berisiko tinggi dan jenis kelamin, umur, tingkat pendapatan rumah tangga, dan bahasa (Esmaeilzadeh et al., 2018)
  3. Hambatan yang paling penting untuk informasi kesehatan adalah kesulitan dalam menentukan kualitas informasi, tidak adanya informasi yang tepat, dan “kekhawatiran tentang pengungkapan masalah mereka atau penyakit kepada orang lain”. (Esmaeilzadeh et al., 2018)
  4. Kesenjangan generasi, ketidakbiasaan, terlalu percaya, informasi yang berlebihan, privasi, dan profesionalisme. (Curran et al. 2017)

Baru-baru ini dunia kesehatan membuat suatu gebrakan baru untuk mempermudah memberi pelayanan kesehatan yaitu telemedicine. Apa itu telemedicine? Telemedicine adalah penggunaan teknologi telekomunikasi dan informasi untuk menyediakan layanan kesehatan klinis dari jarak jauh. Telemedicine saat ini terdiri dari teleconsultation, telediagnose, tele-education, telecare, dan telemedical. Telemedicine merupakan pemberian pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan profesional dengan menggunakan teknologi informasi untuk pertukaran informasi untuk mendiagnosis, pencegahan dan pengobatan penyakit serta untuk penelitian dan evaluasi. Telemedicine juga dapat didefinisikan sebagai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi elektronik untuk menyediakan layanan kesehatan pasien langsung ketika penyedia medis dan pasien dipisahkan oleh jarak fisik.

Telemedicine diperkenalkan bukan tanpa malasud yang jelas, kira-kira apa manfaat penggunaan telemedicine misalnya dalam bidang obstetri dan Gynekologi? Telemedicine sendiri digunakan di bidang kebidanan yang mencakup perawatan prenatal, psikiatri kehamilan, konsultasi kedokteran pada kesehatan ibu-janin, EKG janin, pemantauan denyut jantung janin, konseling genetika janin, dan pemantauan pada wanita hamil dengan penyakit medis kronis. Penggunaan telemedicine dapat berperan dalam mengurangi angka bayi BBLR yang dirujuk ke rumah sakit yang tidak memiliki ruang NICU sehingga dapat menurunkan angka kematian bayi secara keseluruhan. Pemanfaatan telemedicine dalam bidang obstetri dan ginekologi dapat digunakan untuk upaya preventif dan rehabilitatif, meliputi perawatan prenatal, psikiatri kehamilan, konsultasi kedokteran pada kesehatan ibu-janin, EKG janin, pemantauan denyut jantung janin, konseling genetika janin, dan pemantauan pada wanita hamil dengan penyakit medis kronis, pelayanan KB serta pelayanan BBL.

Apa kelebihan penggunaan telemedicine dalam bidang obstetri dan gynecologi? Layanan telemedicine dapat digunakan sebagai forum untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kapasitas penyedia perawatan primer untuk mengelola jenis masalah klinis secara mandiri. (Shehata et al. 2016) Q1

Telemedicine dapat digunakan untuk memberikan perawatan kebidanan dan konsultasi (Maternal Fetal Monitoring) untuk wanita yang perawatan prenatal sebelumnya terbatas karena jarak, bererisiko tinggi kehamilan dan kurangnya SDM atau asuransi pasien. Telemedicine meningkatkan efisiensi manajemen, karena penggunaan telemedicine dapat mengurangi pekerjaan dokter degan menginput data hanya satu kali namun dapat digunakan berkali. ini tidak hanya mengurangi pekerjaan berulang dokter tetapi juga memastikan bahwa data itu benar dan akurat. Aplikasi telemedicine penting untuk perencanaan, pemantauan, dan peningkatan kesehatan ibu.

Sudah menjadi hal umum bahwa disetiap kelebihan pasti memilki kekurangan. Apa kekurangan penggunaan telemedicine dalam bidang obstetri dan ginekologi? Sebagai contoh : Penggunaan telemedicine sangat terbatas pada ibu hamil dengan penyulit diabetes selama kehamilan. Dikarenakan tenaga medis perlu sering melakukan tes glukosa pada pasien. Meskipun ada peraturan perubahan legislatif yang dirancang untuk mendorong penggunaan telemedicine, beban keuangan menerapkannya mungkin menjadi penghalang yang berkelanjutan,terutama untuk praktik kecil. Kekurangan penggunaan telemedicine adalah keterbatasan pada ibu hamil yang memerlukan pelayanan khusus. Selain itu membutuhkan biaya yang besar dalam penerapan telemedicine.

 Reference

  1. Celdran, A. H., P, M. G., Clemente, F. J. C., & Perez, G. M. (2018).
  2. Car, J., Carlstedt-Duke, J., Tudor Car, L., Posadzki, P., Whiting, P., Zary, N., … Campbell, J. (2019). Digital Education in Health Professions: The Need for Overarching Evidence Synthesis. Journal of Medical Internet Research, 21(2), e12913. https://doi.org/10.2196/12913
  3. Curran, Vernon, Lauren Matthews, Lisa Fleet, Karla Simmons, Diana L. Gustafson, and Lyle Wetsch. 2017. “A Review of Digital, Social, and Mobile Technologies in Health Professional Education:” Journal of Continuing Education in the Health Professions 37 (3): 195–206.
  4. Dogba, M. J., Dossa, A. R., Breton, E., & Gandonou-Migan, R. (2019). Using information and communication technologies to involve patients and the public in health education in rural and remote areas: a scoping review. BMC Health Services Research, 19(1), 1–7. https://doi.org/10.1186/s12913-019-3906-7
  5. Sustainable Securing of Medical Cyber- Physical System for the Healthcare of the Future. https://doi.org/10.1016/j.suscom.2018.02.010
  6. Chute, C., & French, T. (2019). Introducing Care 4 . 0 : An Integrated Care Paradigm Built on Industry 4 . 0 Capabilities.
  7. Esmaeilzadeh, S., Ashrafi-Rizi, H., Shahrzadi, L., & Mostafavi, F. (2018). A survey on adolescent health information seeking behavior related to high-risk behaviors in a selected educational district in Isfahan. PloS One, 13(11), e0206647.
  8. Estrela, V. V., Fluminense, U. F., Carolina, A., Monteiro, B., & Abdeldjalil, K. (2019). Health 4 . 0 : Applications , Management ,. Medical Technologies Journal, 2(January). https://doi.org/10.26415/2572-004X-vol2iss1p262-276
  9. Hathaliya, J. J., Tanwar, S., Tyagi, S., & Kumar, N. (2019). Securing electronics healthcare records in Healthcare 4 . 0 : A biometric-based approach R, 76, 398–410. https://doi.org/10.1016/j.compeleceng.2019.04.017
  10. Javaid, M., & Haleem, A. (2019). Industry 4 . 0 applications in medical field : A brief review. Current Medicine Research and Practice, (April), 0–8. https://doi.org/10.1016/j.cmrp.2019.04.001
  11. Kumari, A., Tanwar, S., Tyagi, S., & Kumar, N. (2018). Fog computing for Healthcare 4 . 0 environment : Opportunities. Computers and Electrical Engineering, 72, 1–13. https://doi.org/10.1016/j.compeleceng.2018.08.015
  12. Lall, P., Rees, R., Law, G. C. Y., Dunleavy, G., Cotič, Ž., & Car, J. (2019). Influences on the Implementation of Mobile Learning for Medical and Nursing Education: Qualitative Systematic Review by the Digital Health Education Collaboration. Journal of Medical Internet Research, 21(2),
  13. O ̈zdemir, V., & Hekim, N. (2018). Birth of Industry 5.0: Making Sense of Big Data with Artificial Intelligence, ‘“The Internet of Things”’ and Next-Generation Technology Policy. OMICS A Journal of Integrative Biology, 22(1), 1–12. https://doi.org/10.1089/omi.2017.0194
  14. Papa, A., Mital, M., Pisano, P., & Del, M. (2018). Technological Forecasting & Social Change E-health and wellbeing monitoring using smart healthcare devices : An empirical investigation. Technological Forecasting & Social Change, (September 2017), 0–1. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2018.02.018
  15. Pavel, M., Member, L. S., Jimison, H. B., Wactlar, H. D., Hayes, T. L., Barkis, W., … Kaye, J. (2013). The Role of Technology and Engineering Models in Transforming Healthcare. IEEE REVIEWS IN BIOMEDICAL ENGINEERING, 6, 156–177.
  16. Solution, exceet secure. (2016). Health 4.0, 1–5.
Thuemmler, C., & Bai, C. (2017). Health 4 . 0 : How Virtualization and Big Data are Revolutionizing
  17. Healthcare.
Young, H. M., & Nesbitt, T. S. (2020). Increasing the Capacity of Primary Care Through Enabling
  18. Technology. J Gen Intern Med, 398–403. https://doi.org/10.1007/s11606-016-3952-3
Zdemir, V. O. (2018). The Dark Side of the Moon: The Internet of Things, Industry 4.0, and The Quantified
  19. Planet. OMICS A Journal of Integrative Biology, 22(10), 1–5. https://doi.org/10.1089/omi.2018.0143