Case Report : “Wong IT” di dalam institusi pendidikan dan fase awal adopsi teknologi

Wong IT adalah sebutan bagi orang yang sedikit melek tentang perkomputeran atau dianggap lebih dari yang lain. Istilah ini banyak muncul di jawa, mungkin padanan katanya untuk sebutan itu adalah “orang IT”.
Berikut adalah pengamatan penulis yang bergelut dengan dunia ini sejak tahun 1993-an.

Biasanya, kebutuhan penggunaan benda-benda IT — yang sekarang boleh dibilang tidak bisa dipisahkan dengan Communication — berkembang karena adanya penggunaan benda-benda ICT dalam proses pengajaran maupun proses manajemen pengelolaan sebuah institusi pendidikan.

Ketika sebuah institusi tersebut berkembang dari kecil menjadi besar, maka demikian pula kebutuhan ICT meningkat tanpa disadari oleh pengelola institusi tersebut. Pada tahap yang sangat awal, sangat jamak ditemui bahwa wont IT ini terpilih secara tidak sengaja karena kebetulan mempunyai pengetahuan lebih tentang komputer, misalnya memperbaiki software yang ngadat tiba-tiba atau bahkan karena lancar menggunakn power point dan software grafis lainnya (karena hobby fotography, mungkin lho). Tidak ada unit atau departement teknis khusus yang mempunyai tugas dalam pengelolaan benda-benda IT ini, anggaran pun tidak pernah dibuat khusus kecuali mendadak diperlukan atau mengikuti kebutuhan pribadi pengguna yang memerlukan, misalnya seorang dosen membutuhkan laptop dan staff administrasi di bagian pengajaran membutuhkan komputer desktop.

Menariknya, biasanya dalam keaadaan seperti diatas, wong IT ini tidak pernah melalui perjalanan karir pendidikan khusus di bidang IT. Bisa lebih banyak dikarenakan mereka memang mempunyai hobby atau ketertarikan terhadap benda-benda ICT ini. Pengalaman trial dan error lah yang membuat mereka mempunyai body of knowledge yang baik berkaitan dengan benda-benda ICT ini.

Dan juga benda ICT ini biasanya adalah pada level user atau paragraph diatas adalah barang-barang pribadi. Tidak ada atau belum ada benda-benda yang sifatnya adalah alat pendukung dari kelancaran penggunaan benda ICT di dalam lingkungan institusi pendidikan ini. Contohnya adalah komputer desktop, laptop/notebook, tablet/smart phone dan juga kebutuhan office lainnya yaitu printer dan LCD Projector.

Karena kita hidup di jaman modern, sudah tentu kebutuhan internet menjadi suatu hal yang tidak terlelakkan. Jaringan komputer haruslah dibangun karena bisa jadi kebutuhan user adalah adanya koneksi internet di komputer tempat mereka bekerja di kantor. Oleh karena itu, permintaan berbagi jaringan internet pasti muncul. Disinilah berkembang kebutuhan untuk mengembangkan atau memasang benda ICT yang sifatnya (bagi institusi tersebut) adalah infrastruktur pendukung kelancaran dan kenyamanan bekerja bagi mereka. Jaringan ini pun masih tergolong sederhana, misal menggunakan access point atau hub/switch dengan kabel jaringan yang sangat sederhana.

Begitulah kebutuhan dasar manusia jaman modern sekarang ini. Kebutuhan komputer untuk menunjang pekejaan sehari hari, penggunaan komputer untuk akses informasi maupun hiburan dari internet. Terjadi pergeseran di era awal 2000-an dan di 2018 an ini. Jika di awal dulu jaringan komputer itu tidak banyak user yang sadar akan kebutuhannya, karena internet belum begitu populer atau jikapun ada masih sangat pelan, maka di tahun-tahun belakangan ini kebutuhan berinternet sangatlah tinggi. Dan berakhir adanya kebutuhan diadakannya jaringan network di dalam institusi.

Oh ya, sebagai catatan akhir di bagian penulisan ini adalah, bahwa manusia modern itu tidak bisa lepas dari “colokan” listrik. Asal ada colokan dan internet gratis, ramailah tempat itu. Beberapa kantor modern bahkan tidak menyediakan PC desktop lagi, namnun hanya hamparan meja dan tersedia banyak colokan dan yang jelas Access Point atau Hotspot.
Tidak percaya bahwa kebutuhan dasar manusia itu salahsatunya adalah colokan ? Silahkan perhatikan di tempat-tempat umum, tempat berkelompok yang ramai adalah diseputaran colokan listrik untuk charge smartphone atau untuk charge notebook nya.

Apakah institusi anda masih dapat diilustrasikan seperti keadaan diatas ? kebutuhan primer ICT di dalam insitusi (pendidikan) anda ? Jika jawabannya adalah Iya, maka anda harus siap perkembangan yang pesat karena adanya kebutuhan yang meningkat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *