Things to consider 02: You and your supervisor

Hubungan anda dan pembimbing anda (supervisor) dalam hal ini tesis, adalah unik. Anda suka atau tidak dengan sistem pendidikan ini, harus punya penelitian, melakukannya dan menuliskannya dalam betuk tesis. Sehingga pastilah anda mempunya supv.

Sebagai catatan, isitilah tesis saya gunakan untuk semua jenjang pendidikan (s1,s2,s3).

Sering dalam sebuah kelakar diantara students dan supv, terutama PhD students dan supv, mereka mengistilahkan hubungan ini seperti pernikahan. Yang di mulai dari sebuah lamaran (proposal penelitian).

Sebenarnya perumpamaannya adalah seperti sebuah nasihat yang “agak ekstrim” yang pernah saya dengar, sebagai wejangan ketika saya berangkat mengambil program PhD dulu, yaitu :”jikapun supv mu meminta untuk mengepel lantai rumahnya. Lakukan saja”
Pernah saya dengar seorang students, mengikuti kemana saja supv memancing sampai tengah malam/dini hari, krn supv nya punya hobby memancing.

Bagaimana dengan pengalaman saya sendiri ?  Kurang lebihnya seperti itu. Jika beliau menginginkan acara makan malam dan mengundang tamu, maka sudah tentu saya akan datang awal dan membantu persiapan dinner tersebut. Kecuali jika supv saya memang ingin mepersiapkan sendiri. Dan ini tidak perlu bertanya, apakah saya perlu datang lebih awal ? Just come right away.

Hubungan baik dengan supv anda sangat menentukan kelancaran berjalannya penelitian anda. Apakah directly seperti orang memberi sogokan itu ? bukan, ini agar anda lebih “klik” dengan supv anda. Agar lebih lancer komunikasi anda dengan supv anda. Ingat, kelancaran komunikasi anda dengan supv anda sangat menentukan tukar menukar informasi penelitian yang anda kerjakan dengan supv anda. Juga bisa jadi sangat menentukan kelancaran supv membimbing anda dengan memberi segala ilmu yang dia miliki untuk diberikan kepada bimbingannya.

Ingat, istilah santri. Mereka melakukan “nyantrik”. Belajar langsung dengan mengikuti kyai nya. Dengan harapan untuk dapat belajar hikmah secara langsung dari sang guru. Demikian pula dalam pendidikan modern, tidak jauh berbeda.

Saya pribadi lebih suka dengan prinsip untuk sangat terbuka mendapatkan ilmu sebanyak mungkin dari pembimbing kita. Serap ilmunya sebanyak mungkin. Alhamdulillah, dalam proses PhD saya, saya dapat menyelesaikan dalam waktu 3 tahun 2 bulan saja. Dan dengan produksi tulisan yang diluar bayangan saya sebelumnya.

Lesson learn penting disini adalah : jagalah komunikasi anda dengan supv anda dengan baik.
Saya memahami bahwa pasti banyak ketidak cocokan yang akan terjadi antara anda, sebagai students, dengan supv anda. Jelas itu. Tetapi pahamilah bahwa anda memilih untuk mengambil program sekolah, dan yang penting dalam sekolah itu adalah belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *