Studi Literature : Memilih Artikel yang Baik

Pertanyaan yang sering di berikan kepada saya adalah, bagaimana melakukan studi literature ? Bagi saya, pertama kali yang harus diperhatikan adalah, cara memilih artikel yang baik.

Blog ini secara ringkas akan menjelaskan cara yang sederhana, bagi para pemula, untuk memilih artikel yang baik bagi penelitian anda.

Kualitas … kualitas … kualitas. Ini adalah pesan pertama saya kepada para student. Jika bacaan anda berkualitas, maka apa yang tersimpan di dalam memory anda adalah informasi yang berkualitas baik. Akan sangat rugi jika anda membaca, dengan menghabiskan waktu ber jam-jam dan ternyata bacaan tersebut tidak berkualitas dengan baik.

Berdasar pengalaman saya membimbing mahasiswa dalam penulisan akademik, sangat terlihat perbedaan antara mahasiswa yang rajin membaca sumber bacaan berkualitas dibandingkan dengan mahasiswa yang membaca bahan ala kadarnya. Tata bahasa sangat terlihat jelas berbeda, penyampaian logika penulisan jelas terlihat berbeda, serta pengambilan argumentasi yang sangat terlihat bedanya. Intinya, bagaikan langit dan bumi. Student yang banyak membaca sumber . berkualitas, memiliki tulisan yang jauh lebih baik.

Oleh karena itu, pada tulisan blog ini, saya akan mengenalkan prinsip sederhana yang harus dipegang anda, wahai student saya.

Satu, Hindari Predatory Article

Dalam dunia akademis, dikenal adanya predatory journal. Istilah ini diperkenalkan Jeffrey Beall pada tahun 2010 dan diartikan beliau sebagai “unscrupulous open access publishers who were publishing articles with little or no real peer review. One business model in open access is article-processing charges, under which accepted articles are paid for by the authors (or usually their funder or institution)”.
Sederhananya, pokok bayar, pasti accepted dan published, tanpa melalaui (atau proses yang sangat minimal) dari peer review. Sehingga dengan jelas dapat diartikan bahwa kualitas jurnal seperti ini sangat buruk.

Jadi, hindari menggunakan jurnal yang termasuk dalam kategori predator. Daftar jurnal tersebutĀ dapat dilihat disiniĀ https://beallslist.weebly.com/

Di dalam daftar tersebut, terdapat dua kategori, publisher dan stand alone journal. Publisher adalah penerbit, dimana dia dapat memiliki lebih dari satu jurnal. Sedangkan stand alone journal, berarti hanya journal tersebut dan tidak ter afiliasi pada penerbit manapun. Jika penerbit tersebut masuk dalam petential predator, maka hidarilah journal-journal yang diterbitkan oleh publisher tersebut.

Dua, Gunakan Standardized Journal (Indexed by reputable system)

Paling gampang, saya menggunakan yang paling umum digunakan, walau banyak orang tidak suka, yaitu standar Scopus. Jika journal itu terindex scopus, then the journal should be ok.
Anda tidak perlu menilai kualitas jurnal tersebut, asal sudah terindex Scopus, bisa dianggap aman.

Kesimpulan sederhana
Jika mengikuti 2 prasyarat diatas, kualitas paper yang anda baca terjamin.
Ingat, jangan sampai otak dan memory anda dipenuhi oleh informasi yang berkualitas rendah. Sangat rugi, karena menghabiskan banyak waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *