Motivasi dan Tujuan Penelitian : Kunci semangat dikala down mengerjakan Tesis

Untuk para student dan bimbingan saya, saya akan mencoba menceritakan sedikit pengalaman saya sendiri dan beberapa cerita lain, yang semoga bisa membantu membuat anda semua tetap semangat dalam meneliti.

Melakukan penelitian dalam rangka mengerjakan Tesis ataupun Disertasi atau bahkan Skripsi dikala S1, bisa menjadi kendala yang cukup berarti bagi banyak orang. Banyak yang terhambat studinya karena kesulitan menyelesaikan tugas penelitian ini.

Salah satu yang saya perhatikan adalah masalah motivasi dan kemudian ada hubungannya dengan tujuan penelitian itu sendiri. Nah mari kita coba melihat, dari sudut pandang saya berdasar pengalaman saya (beda supervisor, tentu beda juga).

Sedikit cerita flash-back ketika saya mengambil PhD program, at the second day di kota tersebut, saya sudah masuk di kelas supervisor saya untuk sit-in. Keluar dari kelas, beliau langsung memanggil saya masuk ke ruang beliau. Dan dia langsung menunjuk sebuah buku kecil di rak bukunya dan saya diminta mengambil dan membaca covernya. Ternyata adalah disertasi yang berbentuk buku tipis dari seseorang dari negara The Netherland. Supervisor saya cuma bilang singkat, I want you to make that.

???? … Kepala saya langsung tuing-tuing. Badan panas dingin.
Di disertasi tersebut, terdiri dari 5 publikasi. Disertasi itu adalah dissertation based publication. Chapter-chapter didalam disertasi tersebut adalah hasil dari publikasi di journal ternama. Chapter pertama menjadi pembuka dari publikasi-publikasi tersebut dan di chapter terakhir merangkum dan menarik garis merah kesimpulan dari tiap chapter yang telah di publikasikan.

Apakah saya bisa ? Lha wong nulis satupun yang terbit di journal bereputasi saja belum pernah, kok dalam rangkaian PhD program saya 3 tahun itu harus bisa publikasi 4, minimal. Dan itupun harus dalam rangking yang tinggi semua. Singkat cerita, di akhir th ke 3, saya berhasil memenuhi target terebut (isak tangis , dan peluh darah di tengah-tengah perjuangan tidak perlu disebutkan …)

Point of the story : bagaimana saya bisa bertahan dan menyelesaikan tugas saya ? padahal penelitian itu sangat berat, serasa tidak ada titik akhirnya, dan selalu berjalan di tengah kegelapan … ditengah dinginnya musim dingin dan tidak ada cahaya mentari menghangatkan dan mencerahkan jiwa (cieee… tapi benar begitulah rasanya).

Pada saat itu, hanya satu yang ada dibenak saya, tidak mau pulang dengan kegagalan atau DO. Sederhana bukan ? Duniawi ? bisa jadi …
Tapi terlanjur basah melintas benua, tapi tidak menyelesaikan dengan baik. Buat apa ?

Ternyata, semangat sederhana tersebut bisa menyelamatkan saya dari kebuntuan dan tekanan yang sangat berat dalam program yang saya ambil. Dengan itu, ternyata terpaan apapun bisa dilewati (saya tidak bilang dengan mudah lho ya).

Nah, diatas adalah contoh kasus dari penulis pribadi. Ada satu lagi yang akan ceritakan , beliau sekarang menjadi prof di US, dan masih sangat muda. Saya mengenalnya ketika tinggal di Michigan dan mejadi tetangga dengan beliau. Pernah satu ketika saya tanya terntang penelitiannya, dan dia menjelaskan dengan panjang lebar dengan penjelasan yang sangat enak. Walaupun saya tahu hal itu sangat rumit. Kemudian saya bertanya, apa motivasinya melakukan penelitian itu ? Jawabnya : karena ingin tahu saja …
Beliau ini padahal penerima research funding bergengsi NSF, jawabannya sangat sederhana, namun sangat penting. Ini adalah motivasi terdalam. Keingin tahuan.

Nah untuk para students saya, seringkali saya melihat anda ini terlalu mudah patah semangat. Terlalu mudah bilang tidak ketemu sumber yang bisa dibaca. Terlalu mudah bilang sulit. Percayalah wahai para students saya, I have been through all your process. Dan percayalah ketika saya menekan anda untuk bekerja lebih keras lagi, bukan karena saya ingin mempersulit, tetapi ini semua untuk anda. Ilmu yang akan anda peroleh, adalah untuk anda. Bukan untuk saya.

Me my self, always said to my students terutama bimbingan saya, apapun yang saya punya akan saya berikan. Tidak pernah saya menyembunyikan apa yang saya miliki. Ilmu saya ini, sedikit pengetahuan yang saya miliki ini akan saya berikan. Tanpa kecuali.

Hanya kegigihan andalah yang membedakan, apakah anda akan memperolehnya atau tidak. Karena semakin anda keras berusaha, semakin banyak pula yang anda akan dapatkan.

Jadi untuk anda para students, terutama bimbingan saya, temukan semangat dan motivasi itu dari diri anda sendiri. Carilah motivasi pribadi untuk menyelesaikan tesis atau penelitian anda. Anda mungkin akan menemui jalan buntu atau berliku-liku. Teruslah berusaha.

Bagaimana dengan Tujuan Penelitian ? saya sering bercanda tapi serius ketika menguji , apa tujuan penelitian anda ? biasanya akan di jawab panjang lebar. Bahkan sangaaat panjang. Biasanya saya potong dan dengan setengah berbisik, saya akan bilang, tujuan penelitian anda bisa disederhanakan, yaitu agar anda lulus. Sederhana bukan ?

Nah, bagi anda yang sedang down semangatnya, ayo bangkit dan semangat lagi. Ingat lagi apa cita-cita anda. Jadingan itu sebagai lecutan penyemangat anda. Yakinlah bahwa pembimbing anda akan menolong dan membantu anda. Bagi saya, saya akan sangat berbahagia ketika murid saya menjadi jauh lebih pandai dan hebat dari saya. Tidak pernah sebersit pun terlintas bahwa saya tidak ingin membuat student saya tidak bisa melampaui saya. Tetapi sebaliknya, harus jauh lebih hebatĀ  …

selamat bekerja … dan tetap semangat

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *