Buku (eBook) Sebagai Sumber Pustaka

Dibidang Medical dan Health Sciences, sumber pustaka lebih di “sukai” adalah journal paper. Mengapa demikian ? Mari kita coba tinjau latar mengapa , dan bagaimana dengan buku sebagai sumber pustaka.

Sebenarnya prinsipnya sederhana, kita ingin mendapatkan sumber pustaka dengan pengetahuan yang terkini. Evidence/bukti terbaru.

Sebagai ilustrasi, dalam pembuatan jurnal, diperlukan waktu 1-3 melakukan penelitian. Hasil penelitian tersebut kemudian ditulis kedalam bentuk manuscript, semakin tinggi kualitas jurnal yang menjadi sasaran, proses penulisan bisa panjang. Mari kita sederhanakan menjadi 1 tahun saja. Ketika di submit, tidak akan serta merta di terima, menunggu revisi dan proses revisi bolak-balik yang sangat memakan waktu. Proses ini bisa antara 1 s/d 2 tahun. Setelah itu biasanya ada proses revisi layout dan kadang tehnis kebahasaan yang bisa menyita 6 bulan. Barulah, pada jurnal sekarang ini, mereka mempublish in-advance paper kita. Paper sudah ber-DOI, sudah di sitasi namun belum status published di volume jurnal. Jadi, melihat proses diatas, dari penelitian sampai jurnal itu bisa dibaca, waktunya adalah (kita ambil tengah-tengah saja) 4 tahun. Itu dengan catatan, begitu terbit, anda langsung baca.

Bagaimana dengan buku ? proses menulis buku bisa lebih dari 1 tahun, mari kita ambil 2 tahun lah. Proses editing dan layout oleh publisher bisa memakan waktu 1 tahun. Dan kemudian publish, 3 tahun adalah proses nya.
Sebentar, ini belum selesai, penulis buku pastinya akan mengambil dari hasil penelitian terbaru, dengan rentang maksimum umur referensi adalah 10 tahun. Jadi, sampai bisa dibaca oleh pembeli buku, fakta ilmiah didalamnya sudah berumur minimal 13 tahun.
SALAH. Hitungan tadi harus ditambah umur pengetahuan waktu memproduksi journal paper, yaitu 4 tahun. Jadi totalnya adalah 17 tahun.

Nah, lama bukan ? Belum lagi fakta sering anda membaca buku edisi ke sekian, dan pada buku seperti ini, reproduksi lagi buku tidak akan secepat seperti novel populer, di produksi setiap tahun ? Wah, sangat beruntung. Jika anda membaca edisi cetakan ke 3, maka bahan yang anda baca sebenarnya adalah fakta yang sudah terjadi 20 tahun yang lalu. Belum lagi fakta bahwa banyak buku tidak melalui proses peer review.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, jika anda menulis academic paper, apakah anda akan bergantung pada informasi yang sudah terjadi 20 tahun yang lalu ? Tentu anda ingin fakta terkini. Oleh karenanya, journal paper adalah pilihannya dan banyak pembimbing mensyaratkan maksimal referensi berumur 10 tahun terakhir.

Apakah mutlak ? Tentu tidak. Jika memang buku itu sangat penting dibidang anda, dan menjadi rujukan para ahli dibidang anda, mari kita gunakan. Dalam pengalaman penulis, buku dijadikan referensi dalam publikasi ilmiah dengan 2 syarat: satu, buku tersebut telah dirujuk penulis pada paper di journal dengan reputasi yang baik; dua, buku tersebut merupakan keluaran the “Guru” (terjemahan dalam bahasa Indonesia adalah Maha Guru). Jadi, kita tahu benar kualitasnya.

Tips Mencari eBook

Ketika menjadi mahasiswa, membeli text book adalah mewah sekali. Mencari situs alternative yang menyediakan ebook adalah makanan sehari hari. Ada situs yang sangat kontroversial, namanya LibGen milik orang Rusia yang menyediakan resource sangat luas. Silahkan google. Dan pastinya karena banyak musuhnya, situs ini sering deactive karena ditutup dengan paksa (alamatnya).

Situs ini , disini ini, memberikan report domain alternatif yang masih aktif. Silahkan dimanfaatkan. Pilih salah satunya, pilih yang aksesnya cepat.

Dan selamat berselancar.

Comments 1

  • Assalamualaikum pak winny, saya sudah mencoba untuk mendownload e-book melalui LibGen.
    tetapi ketika saya download, selalu membuka window baru goole crome, dan saya tidak bisa mendownloadnya.
    mohon bantuan pak winny cara untuk mendownload sebuah e-book
    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *