Zotero part 3 : Men-sitasi referensi kedalam Word document

Men-sitasi dengan sempurna, begitu moto zotero. Anda dapat menciptakan footnotes, endnotes, in-text-citation ataupun bibliografi menggunakan zotero.

Pada bagian ini, untuk memudahkan, saya akan menggunakan program pada Windows OS (MS Word) yang saya jalankan pada virtualbox dalam Linux Mint. Untuk sehari-hari saya menggunakan Libre Office, sebuat program office yang open source dan gratis.

Insert Sitasi

Ini adalah salah satu bagian terpenting dari fungsi Zotero, me- insert sitasi kita kedalam dokumen ilmiah yang kita kerjakan. Hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan sitasi kedalam dokumen kita adalah, software Zotero harus dalam kondisi open, karena MS Word memerlukan akses terhadap data yang berada didalam database Zotero. Pada proses ini, tidak diperlukan koneksi internet (offline). Koneksi internet hanya diperlukan jika kita berniat mengimport bibliografi dari internet menggunakan browser.

Di dalam program MS Word, setelah menginsall Zotero, maka akan muncul tab / ribbon baru bernama Zotero. Pada sistem operasi lain ataupun office suites lain akan ada beberapa perbedaan kecil.
Dalam ribbon baru tersebut, terdapat beberapa icon yang perlu diketahui :

  1. Add/eddit citation, berfungsi untuk menambahkan sitasi ketika kita menulis dokumen. Juga berfungsi jika kita sudah meng insert sitasi, kemudian kita berniat meng-editnya.
  2. Document preference, ini adalah citation style (gaya selingkung) dari dokumen word yang sedang anda kerjakan serta beberapa setting zotero pada dokumen anda..
  3. Insert Bibliography, adalah meng insertkan Daftar Pustaka (references) pada dokumen.
  4. Refresh, berfungsi untuk merefresh dokumen yang sedang dikerjakan dimana kadang kita banyak merubah sitasi (hapus tambah atau merubah citation style), sehingga perlu di refresh agar perubahan tersebut di sinkronisasi ke semua bagian dari dokumen yang sedang dikerjakan.
  5. Remove field codes, ini adalah melepas, menghapus hubungan dokumen anda dengan zotero, sehingga sudah tidak dapat di edit lagi. Menjadi permanen text dokumen.

Mari kita mulai menggunakan Zotero.
Setelah anda mengetik kalimat anda, pada kebanyakan citation style (gaya selingkung) mensyaratkan letak sitasi ada dibelakang kalimat, maka klik add/edit button. Jika ini adalah kali pertama meng-add pada dokumen ini, maka yang muncul pertama kali adalah dialog preference.

Tidak ada yang perlu dirubah pada setting awal ini sebenarnya, nya citation style yang anda pilih. Jika anda sedang anda sudah tahu style yang diperlukan, silahkan pilih, jika belum tahu maka pilih salah satu saja, nanti bisa dirubah dengan mudah. Klik OK

Kemudian setelah setting telah di pilih, akan muncul kotak dialog untuk memilih sitasi nya.

Anda dapat memasukkan kata kunci yang anda inginkan, bisa nama, bisa bagian dari judul, atau bahkan abstract nya jika tersedia. Sangat fleksible dan nyaman. Jika anda lupa kata kuncinya, dan tidak ketemu apa yang anda cari, maka, anda dapat berganti ke tampilan Classic View, silahkan tekan icon Z merah di kiri.

Tampilan ini bisa sangat membantu manakala kita kehilangan jejak dari artikel yang kita miliki.

Perlu diketahui juga, bahwa Add/edit citation ini memberikan kemampuan untuk menambah lebih dari satu sitasi, atau berapapun yang kita perlukan.
Setelah selesai memasukkan sitasinya, silahkan klik ENTER, pada classic view klik OK. Dan pada dokumen anda maka akan muncul sitasinya, seperti nampak pada contoh dibawah ini.

Pada contoh diatas, penulis menggunakan citation style , BMC Medical Education. Pada jenis style ini, penomeran berdasarkan urutan sitasi dalam dokumen. Mungkin ada perrtanyaan, bagaimana jika ditengah anda akan menambahkan/mengurangi sitasi yang letaknya ditengah atau di awal, bagaimana nasib nomer nya ? Jangan khawatir, zotero akan secara otomatis mengurutkannya. Kita tidak perlu pusing-pusing memikirkannya. Anda tinggal berkonsentrasi memasukkan sitasi, format dan pengaturan akan diatur oleh zotero.

Jika dokumen anda sudah banyak halamannya, dan sitasi yang anda masukkan sudah banyak, zotero memberi panduan menarik ketika menambahkan atau mengedit sitasi. Seperti terlihat pada gambar dibawah, bahwa dokumen yang sudah disitasi didalam dokumen kita, akan tertampil di bagian atas (panah atas) pada bagian Cited, dan yang belum akan berada dibagian bawah pada bagian My Library.

Insert Bibliography / Daftar Pustaka

Jika kita sudah meng insert citation, kita sudah dapat meng-insert daftar pustaka dari dokumen yang sedang dikerjakan. Penulis biasa meletakkan pada halaman terpisah dengan Page Break, dan memberikan Sub-title Daftar Pustaka.

Setelah itu, silahkan klik icon zotero Insert Bibliography. Maka zotero secara otomatis akan mendevelopt list artikel yang kita sitasi didalam dokumen yang dikerjakan.

Jika anda berniat menambah atau mengedit sitasi didalam dokumen ini, maka jangan khawatir, list ini akan berubah secara dinamis dan otomatis. Jikapun anda merasa tidak berubah, silahkan click Refresh.

Merubah Citation Style (Gaya Selingkung)

Bagaimana jika kita ingin merubah citation style ? Praktek ini jamak dilakukan oleh peneliti atau penulis artikel ketika mempersiapkan manuscript penelitian. Sasaran jurnal belum ditentukan tetapi proses menulis sudah dimulai. Cara merubah citation style adalah dengan meng- Klik zotero document preference. Pilih citation style yang diinginkan, dan klik OK.

Sebelumnya jangan lupa mengarahkan kursor dan di klik di tempat sitasi yang akan dirubah seperti terlihat dibawah ini.

Dan hasilnya akan terlihat seperti dibawah ini (citation style : Chicago)

Contoh diatas, terlihat bahwa document secara otomatis akan berganti gaya selingkungnya. Dan daftar pustaka pun akan berganti secara otomatis.

Jadi, menggunakan Zotero ini akan sangat memudahkan proses menulis. Kita tidak perlu dipusingkan lagi oleh masalah mencatat mana artikel yang disitasi dan mana yang hanya jadi bahan bacaan kita namun tidak disitasi di dokumen.

Catatan bagi penulis, bahwa bahan bacaan yang kita gunakan untuk mengerjakan tulisan akademik kita, tidak boleh di masukkan dalam daftar pustaka kecuali memang disitasi didalam dokumen. Sampai saat artikel blog ini ditulis, Agustus 2017, pada pertemuan reviewer di Kopertis Wilayah Yogyakarta, dikemukakan bahwa banyak dosen yang menulis naskah akademis menggunakan cara manual, sehingga daftar pustaka tidak sesuai dengan yang disitasi didalam dokumen. Dan ternyata ini memberi dampak pengurangan skor penilaian atau bahkan tidak dinilai sama sekali karena bisa dianggap sebagai plagiat.

Delete / Menghapus Sitasi

Proses delete sangat sederhana, anda tinggal mendelete sitasi dalam dokumen anda. Pada daftar pustaka tidak perlu di delete, karena bagian ini sangat dinamis. Jika ada penambahan sitasi akan bertambah secara otomatis dan jika ada delete / penghapusan maka akan terhapus pula secara otomatis.

Kita sampai pada penghujung part 3 dari seri pembuka zotero. Tiga seri pertama ditujukan bagi pemula, pengguna awal zotero. Bagian selanjutnya adalah penggunaan zotero dengan dengan kebutuhan yang lebih spesifik.

Selamat menulis, selamat menuangkan ide anda.

Comments 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *