Zotero part 2 : Menyimpan Referensi dari Berbagai Macam Sumber

Bagian kedua dari seri Zotero  ini akan membahas khusus tentang menyimpan referensi kedalam Zotero. Semoga para pembaca bisa mendapatkan manfaat dari tulisan blog ini.
Harapan penulis, tidak ada lagi yang menyimpan referensi hanya di dalam folder, dan melakukan sitasi secara manual pada program word processing.

Jangan sampai kejadian yang sama menimpa anda. Tumpukan dokumen, kumpulan referensi, yang sangat banyak dan tidak teratur, sulit untuk dicari.

Zotero dapat menyimpan dan mengelola hampir semua jenis koleksi anda sepertti PDFs, images, audio and video files, snapshots of web pages, atau jenis file lainnya. Zotero akan meng-index nya dan membuat anda dengan mudah menemukan kembali hanya dengan beberapa klik dan klik.

First thing first. Pertama kali sebelum menggunakan sebenarnya adalah manajemen penggunaan. Zotero bisa di umpamakan sebagai sebuah bangunan library yang besar. Seperti layaknya sebuah library, maka di dalam library ada banyak bookshelves. Rak buku ini berfungsi untuk menata koleksi referensi kedalam topik-topik yang sudah ditentukan.
Jadi, menggunakan Zotero pun, kita harus menggunakan logika yang serupa. Membuat folder (bookshelf) di bawah menu My Library, dengan klik kanan — pilih New Collection , beri nama koleksinya dan klik ok. Lakukanlah hal ini setiap anda mempunyai project atau tugas. Atau ketika anda memang sengaja hanya ingin mencari koleksi referensi pada topik tertentu.

Bagian Pertama, koleksi PDF.

Pada skenario ini, biasanya anda sudah mempunyai koleksi artikel ataupun e-book berbentuk pdf. Nah, mari kita melihat bagaimana caranya. Oh ya, jangan lupa anda membuat new collection dulu. Kemudian silahkan buka file explorer (atau windows explorer pada Windows OS). Silahkan click pilih dan drag-n-drop ke dalam zotero.

Pada proses diatas, bisa dilakukan satu persatu, atau sekaligus. File yang di import, bisa dalam bentuk apapun (doc, ppt, pdf, etc), namun pada kali ini kita akan fokus kepada file pdf ebook dan journal article. Jika anda melakukan drag-n-drop dengan jumlah file yang banyak, atau jika jumlah koleksi item anda sudah ribuan, proses ini kadang berjalan agak lama, jadi silahkan tunggu prosesnya.

Perhatikan : bahwa file yang sudah dipindah kedalam zotero, tidak perlu lagi disimpan didalam folder lain. File tersebut sudah tersimpan di dalam data-base zotero.

Jika proses import sudah selesai, maka file tersebut akan ter-list didalam folder yang anda tuju. Seperti yang terlihat dibawah ini

Perhatikan baik-baik gambar diatas. Jika anda klik salah satu file tersebut, maka pada bagian kanan, akan tampil keterangan dari file tersebut. Apakah artinya ? artinya file tersebut belum siap untuk digunakan sitasi (didalam dokumen kita).

Kita harus melakukan pengisian informasi yang lengkap pada dokumen tersebut, tidak perlu melakukan secara manual. Tetapi dengan “retrieve metadata”. Right-click file yang akan dikenai perintah tersebut. Bisa dilakukan satu demi satu, bisa pula sekaligus “select all”. Dan silahkan click Retrieve Metadata. Catatan : pada proses ini harus terhubung dengan internet.

Perlu diperhatikan bahwa fungsi ini hanya bisa bekerja jika, option Pdf Indexing pada Zotero telah di install. Petunjuk instalasi dapat dilihat pada Part 1.

Akan muncul kotak dialog Progress, memperlihatkan proses download informasi tersebut dari internet. Yang berhasil akan terlihat tanda centang hijau, dan yang tidak berhasil akan terlihat silang merah pada bagian kolom paling kiri.

Jika proses sudah berhasil, maka akan terlihat perbedaan yang terlihat pada list artikel tersebut. File pdf akan otomatis terletak didalam judul artikel atau buku yang tepat. Dan informasi di sebelah kanan, sudah lengkap, tanpa kita harus memasukkan secara manual. Dan item ini sudah siap untuk di insert citation kedalam dokumen word. Jika item tersebut anda double-click, maka otomatis akan terbuka sesuai jenis file nya.

Bagian Ke-Dua , referensi dari database artikel

Karena saya mengajar dibidang kesehatan, artikel ini akan menfokuskan pada fungsi-fungsi yang selama ini saya temui sering menjadi masalah dan sering dibutuhkan oleh mahasiswa s1 maupun s2 yang saya bimbing. Database artikel yang digunakan akan mengambil contoh dari Pubmed dan Google Scholar.

Nah silahkan buka pubmed.gov menggunakan browser, dan masukkan sembarang kata kunci. Berbeda dengan Mendeley atau EndNote yang memungkinkan melakukan search pada softwarenya, pada zotero sampai saat artikel ini ditulis tidak difokuskan untuk mempunyai fitur tersebut, sepertinya zotero menjaga software nya se-sederhana mungkin.

Jika diperhatikan, setelah instalasi connector zotero, maka terdapat lambang “Z” di pojok kanan atas (pada Chrome), seperti yang nampak dibawah ini.

Kemudian silahkan masuk Pubmed, dan ketikkan kata kunci sesuai kebutuhan anda, dan ketika hasil pencarian sudah tersajikan, maka icon Z tersebut berganti menjadi bentuk folder.
Icon ini berubah sesuai dengan jenis dokumen / item, journal article, buku, thesis, blog, akan mempunyai tanda yang berbeda. Perubahan dari Z menjadi icon ini menandakan bahwa jika icon tersebut di click, item tersebut akan tersimpan didalam zotero. INGAT : pilih folder/collection lebih dahulu sebelum anda meng-click, agar item tersebut masuk kedalam folder tertentu. Jika tidak, maka akan masuk ke library secara umum, dan kadang menyulitkan pencarian dikemudian hari.

Pada beberapa kasus, hasil pencarian itu kadang perlu disimpan, untuk mengingat apa yang pernah kita cari atau dalam proses searching, misal pada waktu membuat systematic review (seperti yang pernah penulis lakukan). Jika icon folder tersebut di click, akan muncul kotak dialog untuk memilih article yang akan di download kedalam zotero. Perlu dicatat disini yang di download adalah bibliography nya saja, tidak termasuk pdf full text nya.

Silahkan pilih item yang akan di download dengan men-thick kotak di sebelah kiri article tersebut. Jika sudah, klik OK dan akan segera ter simpan ke dalam zotero, semua item yang dipilih secara sekaligus.

Namun lebih sering kita memilih salah satu article , membuka satu demi satu article tersebut dan mendownload nya. Pada saat kita memilih salah satu jurnal, maka icon Z tersebut akan berganti menjadi icon yang berbeda, sebagai contoh:
 

Klik icon tersebut untuk mendownload. Jika kita mendownload bibliography dari pubmed, maka progres menyipan akan terlihat seperti dibawah ini.

Jika anda masuk kedalam homepage journal tersebut, dan anda memiliki hak akses terhadap article tersebut (entah karena open access ataupun karena berlangganan), maka secara otomatis zotero akan mendownload pula full-text article pdf nya kedalam zotero, dan pada progress window akan terlihat seperti dibawah ini. Terlihat ada pdf bersama dengan snapshot terdownload bersama.

Jika anda pada sebuah jurnal, dan anda tidak memilik hak akses terhadap file tersebut, maka tanda pdf akan bertanda silang merah.

Bagian akhir dari artikel blog ini,

Setelah proses import dan download bibliography sudah anda lakukan dan anda memiliki beberapa koleksi yang sudah tersimpan, kira-kira tampilan zotero anda akan nampak seperti ini.

Penting untuk dicatat, bahwa mulai sekarang, jangan menyimpan bibliography anda tanpa Zotero.
Selamat mencoba, dan menikmati.

Note : saya sejak lama menggunakan zotero untuk mengumpulkan berita-berita dari Koran / Majalah online sesuai kelompok berita. Dan zotero ini punya kemampuan menyimpan halaman web kedalamnya, dan kemudian bisa dibaca ketika offline. sangat nyaman. Apa yang sudah di simpan Zotero, bisa dibuka dan di akses tanpa harus terkoneksi ke dalam jaringan internet.

 

Comments 1

  • Assalamu’alaikum Pak. Mau menanyakan yang “Akan muncul kotak dialog Progress, memperlihatkan proses download informasi tersebut dari internet. Yang berhasil akan terlihat tanda centang hijau, dan yang tidak berhasil akan terlihat silang merah pada bagian kolom paling kiri.” kalau yang silang merah biar berhasil menjadi warna hijau caranya bagaimana ya Pak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *