Zotero part 1 : Installation and Custom Settings

Mari kita berkenalan dengan Zotero, mengapa kita harus menggunakannya ? dan bagaimana instalasi serta setting yang diperlukan agar optimum untuk pemakaian jangka panjang.

Sebelum memulai, mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa saya menggunakan zotero ? mengapa tidak Mendeley atau EndNote ? mana yang lebih baik ? Nah akan saya coba jelaskan satu persatu …

Zotero dikategorikan didalam bibliographic software atau reference management software. Jenis software ini memberikan tiga fungsi utama kepada anda untuk mengatur dan menyimpan referensi dari segala jenis publikasi atau informasi dalam berbagai bentuk (online maupun file), dapat melakukan sitasi ketika melakukan penulisan pada word document serta men-ciptakan daftar pustaka (bibliography) secara otomatis.

Ada banyak tersedia bibliographic software, dapat dilihat disini, dan EndNote adalah salah satu perusahan utama untuk pasar ini. Pada saat ini ada 2 free software yang cukup terkenal (menurut penulis) yaitu Zotero dan Mendeley. Zotero berkembang di USA dan Mendeley berkembang di Eropa. Jika anda bertanya, manakah yang lebih baik diantara ketiganya ? Jawaban saya adalah, mana saja yang anda pakai dan aktif gunakan dalam penulisan karya ilmiah, itulah yang terbaik. Karena pada dasarnya ketiganya mempunyai fitur serta fungsi utama yang sama.

Penulis menggunakan Zotero sejak  tahun 2009, dan juga sudah mencoba menggunakan Mendeley dan EndNote untuk mengkomparasi selama kurang lebih 4 bulan. Melihat fungsinya dan kecocokan dengan kebutuhan penggunaan, saya tetap menjatuhkan pilihan kepada Zotero. Bagi anda yang sedang akan menggunakan, pilihlah yang mempunyai komunitas yang mudah membantu anda, atau mana yang di support institusi anda. Bagi yang baru melakukan studi di suatu institusi, kadang disediakan EndNote gratis, karena sudah dilanggan oleh institusi tersebut. Hati-hati, karena setelah anda lulus, sebenarnya anda sudah tidak berhak menggunakannya lagi, kecuali membelinya. Jadi kalau saya ? Pilih yang free saja.

Ok, sudah cukup dengan pengantarnya, dan akan kita lanjutkan dengan proses sebelum anda menggunakan.

Langkah pertama, dowload dan install

Silahkan menuju ke website Zotero disini (zotero.org),untuk mendownload softwarenya.

  1. Install  sofware nya (pada Windows biasa terletak pada folder /Download ) – klik next , next, dan next …
  2. Pastikan ketika menginstall, program MS Office tidak aktif
  3. Install Zotero connector. Zotero connector ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara browser yang anda gunakan dengan Zotero softwarenya. Sehingga nantinya, anda bisa menyimpan informasi langsung dari browser yang anda gunakan langsung ke Zotero.

 

catatan : penulis menggunakan Linux mint saat menulis artikel ini, instalasi pada Windows juga sangat sederhana, tinggal klik file yang anda download Zotero web. Sedangkan untuk Zotero Connector, kebetulan menggunakan Chrome pada waktu mengakses sehingga otomatis yang terlihat adalah Chrome. Browser lain yang di support adalah Firefox, Safari, dan Opera.

Dan ketika menginstall Zotero connector, akan muncul dialog box kecil.

Silahkan klik Add, dan extension pun akan terinstall pada browser anda. Bagi para pengguna browser lain, prosesnya kurang lebih akan sama.

Langkah Kedua, custom settings

Pertama kali install, akan muncul tampilan bersih dengan satu file didalamnya, tentang Zotero Quick Start Guide

Zotero stand alone ini akan terinstall di lokasi yang sudah di pre defined. Pada halaman dokumentasi Zotero disini, anda dapat melihat dimana lokasinya (tergantung Operating System yang anda gunakan). Lokasi instalasi ini tidak perlu anda rubah-rubah sejak awasl instalasi.

Yang penting adalah, berdasar pengalaman  sebagai akademisi, adalah lokasi database (data) dari zotero ini. Jangan biarkan ada di lokasi yang standar. Penulis biasanya akan memindahkan ke direktori khusus data. Mengapa ? Agar kalau ada suatu permasalah dengan komputer kita, orang yang teringat adalah berusaha menyelamatkan data, maka menyimpan direktori bersama dengan data milik kita, akan sangat berguna.

Klik menu Edit –> Preferences
atau silahkan klik action

dan kemudian pilih preferences

klik advanced –> dan kemudian pilih files and folders.
Pada Data Directory Location, click choose dan pilih lokasinya dengan cara meng create New Folder (dilokasi yang sudah anda tentukan, berinama Zotreo File, biar mudah diingat). Jika sudah selesai, open. Perhatikan pada custom location, harusnya sudah tertera lokasi yang tepat bagi folder tempat zotero ini akan menyimpan datanya.

Catatan : penulis sudah menggunakan zotero sejak tahun 2008. dan setiap berganti komputer, penulis tinggal menunjukkan kepada lokasi data zoter yang sudah dimiliki. Sehingga, koleksi penulis semakin hari semakin banyak.

Restart zotero, dan silahkan memulai. Sebelum menggunakan, ada satu hal yang anda harus lakukan, yaitu mendownload PDF Indexing. Klik pada bagian Search. Kemudian klik , check for installer, untuk meng install. PDF Indexing ini berfungsi untuk membangun database yang dapat dicari Zotero. Fungsi ini secara otomatis akan membaca halaman pertama pdf kita, atau metadata yang telah ada.

Jika sudah ter-intall, maka pada 2 item pdf indexing akan berubah menjadi “installed”, dan button dibawah itu akan berubah menjadi “check for update”

Nah, sekian Part 1 dari artikel Zotero ini.
Selamat mencoba.

Comments 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *